Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Review Anime Movie Hotaru No Haka | Ego Mengundang Petaka

lagi-lagi, anime movie bertema perang menjadi pembahasan review kali ini.

YUP, tampaknya Takahata Isao sangat peduli dengan sebuah sejarah kelam dari negaranya, dengan menggandeng sebuah historical dalam ceritanya, namun cerita yang ingin disampaikan kepada penonton nya, masih terasa keaslian garapan studio Ghibli.

dengan mengusung tema sejarah dan paduan drama kehidupan yang keras, banyak yang sudah nonton ngakunya Hotaru No Haka itu ceritanya sedih banget, mari kita cek kebenaran nya.

secara ringkas, hotaru no haka berlatar waktu perang dunia kedua di jepang, digempur oleh pasukan amerika dengan sengitnya. kerugian dialami pihak jepang setelah musuh menyebarkan ranjau minyak dan api menghanguskan rumah-rumah warga.

salah satu korban nya adalah seita, dimana ia kehilangan sosok sang ibu, dan ayahnya sebagai pelaut telah lama tak pulang, hanya tinggal bersama adiknya.

ia berusaha bertahan hidup dan menetap kepada bibinya di luar kota sebagai satu-satunya tempat mereka bisa kembali.

First Impression: perang hanyalah tindakan orang bodoh

sebelum saya mengulas inti mengenai kisahnya, tampaknya anime movie ini ingin menggiring sejenak kepada penonton nya untuk merenung sesaat, dan memahami sesuatu yang sangat penting.

dimana tindakan perang hanyalah kelakuan orang bodoh, karena hanya merugikan kedua pihak atau lebih, hilangnya sebuah nyawa jauh lebih berharga daripada adu argumen, perdebatan memanas, hingga rasa ingin jadi penguasa.

bersyukur kita hidup di zaman serba damai, akibat peperangan masa lalu. tampaknya dunia punya pondasi yang sangat kuat membangun sebuah kehidupan yang damai di setiap negara-negara penjuru bumi.

yah walaupun masih ada beberapa negara masih melancarkan peperangan nya kepada negara lain.

Hidup Itu Tidak Gratis

rasanya tidak asing dengan sub judul yang saya sematkan diatas bukan, dimana kata-kata itu biasanya diucapkan untuk mencibir orang lain yang pemalas.

Artikel Lainya:  Review Anime Ao Haru Ride | Mengubah Kepribadian Sekaligus Mengubah Karakter

YUP, sepertinya ini benar-benar dirasakan oleh seita dan adiknya yang numpang di rumah saudara dekatnya sekalipun.

walaupun telah diberikan bahan makanan tersisa , dan harta seadanya, namun kalau habis ya habis, dan wajah ketidak senangan mulai diperlihatkan.

mulai tidak diberi jatah makan hingga setiap saat menggerutu, tampaknya kehadiran seita dan adiknya mulai “dianaktirikan”.

Ego seorang bocah yang labil.

punya prinsip tidak ingin merepotkan orang lain itu bagus, namun hal itu diterapkan sesuai keadaan. dan seperti inilah yang saya lihat mengenai keputusan seita meninggalkan rumah bibinya.

masalahnya, ia tak memiliki tempat yang dituju, dan kehidupan di rumah yang layak, tampak ego seorang bocah berumur 14 tahun masih labil menguasai dirinya.

antara menyadari kesalahan nya atau tidak, seita tampaknya tak ingin membicarakan mengenai keadaan nya kepada bibinya, dan berusaha mencari jalan tengah terbaiknya.

membawa ego nya yang terlalu besar dan berusaha hidup sendiri tanpa tujuan yang jelas.

Menyayangi Seorang adik dengan cara yang keliru

kehidupan yang damai hanya ia dan adiknya dimulai, namun ia sendiri merasa kesulitan, makan pas-pasan, bisa dikatakan makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.

ditambah tempat tinggal baru mereka memang jauh dari kata layak, tanpa sadar, keadaan semakin memburuk, dan saya yakin yang nonton akan merasa sangat kesal melihat karakter utamanya seakan gak sadar-sadar.

akan kesalahan nya sudah terlalu banyak, apalagi menyangkut adiknya sendiri, ia sudah gagal dari awal memberikan kehidupan bahagia dan layak bersama adiknya.

malah cara membahagiakan nya yang keliru dengan bermain dan bersenang-senang, canda tawa, yang malah membuat kelayakan hidup tidak mengalami kemajuan dan justru anjlok menjadi kehidupan yang suram.

Artikel Lainya:  Review Hanasaku iroha | kisah kehidupan seorang gadis menjalani hidup lebih mandiri,dramatis dan romantis

hingga pada akhirnya, anak berumur 14 tahun ini sangat terlambat untuk memperbaikinya, dan sekali ada setitik cahaya harapan diantara kegelapan mengenai solusi masalahnya.

sekali lagi terbentur mengenai EGO yang terlalu tinggi dan terkesan jual mahal nya kebangetan.

bahkan seorang kakek yang pernah ditemuinya, memberikan saran yang sangat bijak, berkata: “sebaiknya simpanlah rasa ego mu dan meminta maaf kepada saudara mu agar kamu bisa kembali hidup secara layak”.

dan sayangnya tidak digubris.

Ego Mengundang Petaka Hingga Manusia Kehilangan Hati Nuraninya.

dan benar saya, gak lama kemudian ego anak satu ini telah membawanya kepada petaka besar yang membuat hidupnya semakin hancur. dan ia sendiri jatuh dalam sebuah keputus asaan.

disisi lain, saya ingin membuat bahan renungan kepada teman-pembaca dan mencoba menilai anime ini dari sisi lain, lebih tepatnya dari sisi tengahnya.

siapa yang patut disalahkan atas kejadian ini ? tentu yang paling besar adalah si seitanya sendiri.

lalu sosok kedua yang bertanggung jawab adalah keluarga bibinya, namun sayangnya mereka sudah gelap mata.

lalu pihak ketiga yang secara gak langsung disalahkan adalah beberapa sosok orang pernah seita temui, dimana diantara mereka bisa memberikan kemudahan serta saran baik mengenai nasib malang kedua bocah tersebut.

tapi hal ini bisa dimaklumi, mengingat perang telah membuat manusia kehilangan hati nuraninya untuk membantu orang lain, dimana mereka sendiri hidup sudah sangat kesulitan.

gak punya kesempatan dan menutup mata melihat kesusahan orang lainya.

bahkan salah satu kata bijak dalam anime ini yang paling saya ingat adalah “penjahat yang paling kejam dalam hidup di zaman perang adalah pencuri makanan/bahan pangan”.

saya sangat mengerti mengenai kata ini, karena makanan di zaman sangat sulit bagaikan emas, dan kadang barang yang paling berharga dalam keadaan damai ketika digunakan di zaman super sulit bisa saja kehilangan nilai harganya.

kesimpulan.

dengan berbagai kekacauan yang ada di dalam anime ini sebenarnya banyak sekali yang dapat diambil kesimpulan nya.

Artikel Lainya:  Air Review (Winter 2005) " Anime Dengan Cerita Yang Solid" Versi Anmey21

mulai dari perang merupakan tindak kebodohan, lakukan sesuatu pada tempat dan kondisi yang memungkinkan, sedikit mungkin meminta bantuan orang lain walaupun saudara, meminta maaf jika telah menyinggung perasaan dan telah merepotkan nya, menahan EGO dan meminta saran terbaik atas masalahnya, hingga mendengarkan saran orang lain jika itu memang merupakan masukan yang bermanfaat.

lalu, semua aspek dalam ceritanya bisa saya maklumi, mengapa anime ini banyak kali kesalahan yang dilakukan para karakternya tersusun dengan masuk akal. dan menekankan kepada penonton nya untuk selalu melakukan komunikasi, semacam curhat, meminta saran dan masukan, serta sedikit menurut kepada orang dewasa.

saya yakin jika hal diatas dilakukan, kehidupan seita dan adiknya akan berada pada jalur yang berbeda. ^_^

   

Mari Belanja Kaos Anime Di Toko Online kami:  Spirit anime ID Store ]