Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Spirit anime ID

Penyemangat Teman-Pembaca Nonton Anime Melalui Review

Review Anime Kokoro ga Sakebitagatterunda  |  Ketika Isi Hati Sulit Dijelaskan Kata-Kata Dalam Ucapan
drama romance School

Review Anime Kokoro ga Sakebitagatterunda | Ketika Isi Hati Sulit Dijelaskan Kata-Kata Dalam Ucapan

“Mulutmu adalah Harimaumu”, jika mendengar kata ini sepertinya kita sudah sangat familiar sedari kecil waktu SD atau mungkin SMP sudah diajarkan sekaligus maknanya.

tapi, apakah teman-pembaca tau. salah satu anime movie mengadaptasi pribahasa diatas sebagai sebuah permasalahan sang karakter utamanya dengan tujuan untuk menebus beberapa kesalahan di masa lalunya.

dengan berjudul Kokoro ga Sakebitagatterunda, ada beberapa point yang ingin saya sampaikan. kalau anime movie ini memperlihatkan cukup jelas sebuah kesalahan kata-kata yang terucap berujung menjadi sebuah hal yang fatal.

bahkan dalam pribahasa lain, “ucapan jauh lebih tajam dari sebuah pedang” .

dalam artian nya disini,mungkin seseorang akan mengucapkan kata-kata yang dianggapnya baik dan benar, bahkan dalam keadaan jujur sekalipun, namun karena ketidak pahaman situasi saat menyampaikan.

sebagus apapun sebuah kalimat yang terucap, akan dipandang buruk oleh orang yang menjadi lawan bicaranya. dan ujung-ujungnya buat sakit hati.

Kokoro ga Sakebitagatterunda ke depanya akan memperlihatkan sosok karakter utama yang memilih menutup mulut untuk berbicara daripada membuat derita, namun apa yang ia lakukan justru menjadi beban hatinya sendiri :

Sinopsis:

Berkisah tentang Jun Naruse, dimana dulunya dia merupakan anak yang periang dan tanpa beban seringkali mengoceh. hingga suatu hari ia mengucapkan kata “terlarang” kepada ibunya.

akibatnya, hubungan kedua orangtuanya hancur dan salah satu orangtuanya menuding kalau mulut anaknya sendiri merupakan bencana, walau naruse sendiri dikala itu hanya berkata jujur.

karena hanya menjadi pemicu masalah bagi orang terdekatnya sendiri, kemunculan peri telur secara tak terduga.telah mengutuk Jun Naruse dengan apa yang ia ucapkan.

maka semenjak saat itu, naruse telah kesulitan untuk berbicara, dan hanya rasa sakit perut yang diderita apabila ia tetap memaksa untuk tetap berbicara, dan sekaligus hal ini menjadi alasan kuat untuk tak berbicara lagi agar tidak menyakiti hati orang lain.

First Impression: sukses mampu menaruh simpati

Kokoro ga Sakebitagatterunda

dengan masalah yang sudah dimulai di awal cerita, yang mengisahkan masa lalunya Jun Naruse. salah satu moment ingatan yang menyakitkan baginya jika terus menerus mengingat hal tersebut.

dan ditambah dengan kutukan mengenai mulutnya yang kesulitan untuk berbicara, hal ini tentu akan menambah rasa simpati para penonton nya dengan apa yang telah ia rasakan sedari kecil hingga duduk di bangku SMA.

walau dalam ceritanya tidak dijelaskan lebih rinci apa-apa saja yang telah terjadi setelah hal buruk menimpa orangtuanya. hingga naruse jun menyelesaikan bangku SMP nya.

Artikel Lainya:  Gotoubun No Hanayome Review ( Winter 2019 ) " Plot Yang BerKamuflase "

kita dapat bayangkan bagaimana penderitaan selama bertahun-tahun yang dia rasakan tanpa ada seseorang yang menaruh hati atas keadaan nya, bahkan orangtuanya sendiri seakan gak perduli dengan keadaan anaknya sendiri semenjak kejadian tersebut.

interaksi dengan takumi sakagami memulai segalanya

kalau umumnya, jika biasanya anime yang main character nya seorang cowok, tentu ada seorang heroine cewek nya menjadi sosok orang yang menjadi sumber inspiratifnya.

Kokoro ga Sakebitagatterunda dalam ceritanya menjadikan jun naruse sebagai karakter utamanya yang bermasalah, dan disini peran takumi sakagami dapat dipastikan sebagai karakter kunci.

dimana pertemuan antara naruse dan takumi merupakan awal dari sebuah penyelesaian masalah.

namun masalah utamanya, untuk menyelesaikan masalah yang naruse rasakan, hal ini melibatkan beberapa orang terdekatnya.

sudah hal yang lumrah, jika ingin melakukan sebuah pekerjaan besar atau ingin mengubah sesuatu, tentu keterlibatan orang lain akan sangat berpengaruh hasilnya. bahkan dalam beberapa kasus. orang lain lah yang membuat seseorang berubah. dengan catatan: orang yang mau berubah memang punya niat kuat untuk berubah.

baik dari segi motivator maun dukungan moral.

secara tidak langsung, takumi berada di peran sepenting ini, ia sendiri tidak sadar kalau kedekatan nya akan mengubah banyak hal yang dirasakan oleh jun naruse yang selama ini tidak memiliki seorang teman.

karena memang ia tak ingin berbicara atau menjalin komunikasi dengan orang lain. hmm… bisa juga dikatakan naruse merasa kesulitan berbicara untuk bergabung dalam sebuah pembicaraan yang penting.

komite eksekutif menjadi moment peluang memperbaiki interaksi dan hubungan.

Kokoro ga Sakebitagatterunda

inilah yang menjadi sebuah titik temu antara naruse dan jun yang sama-sama satu kelas, namun sebelumnya sama sekali belum pernah saling berinteraksi.

entah apa yang dipikirkan oleh guru wakil kelas mereka memilih mereka berdua untuk menjadi anggota komite sekolah.

namun jika melihat dari kronologinya, guru satu ini paham dengan apa apa yang terjadi dengan keduanya, dan jika digabungkan dalam satu kegiatan mungkin saja keduanya bisa mencari persamaan dalam beberapa hal.

selain mereka berdua, juga dipilih beberapa orang lagi yang ikut andil membantu tugas tersebut agar tampil sukses.

bermasalah dengan anggotanya.

tampaknya pemilihan komite eksekutif sekolah telah memilih drama musikal sebagai pilihan tema acaranya, dari beberapa orang inilah, tampaknya mereka akan melibatkan seisi kelas untuk menyukseskan acara tersebut.

Artikel Lainya:  Review Anime Boku Wa Tomodachi Ga Sukunai | Terlalu Mainstream Untuk Diceritakan

tentu disini banyak masalah yang mereka hadapi.

dari segi perdebatan oleh para karakter utamanya, sekali lagi kehadiran naruse dipertanyakan karena dia berada di posisi yang tidak memungkinkan.

dimana keinginan hatinya ingin menyanyikan sebuah lagu yang penting, justru dipandang sebelah mata dengan keadaan nya saja sulit berbicara, apalagi sampai menyanyi. ?

menganggap dirinya pembawa sial menjadi persepsi

dengan berbagai pembicaraan alot hingga menjadi perdebatan keras, tampaknya hubungan kedekatan naruse dan takumi hanya menjadi beban, dan naruse menganggap, kalau kehadiran dan interaksi dirinya dengan orang lain hanya akan membuat orang lain tersebut terluka.

saat ia berada di dalam pemikiran sempitnya seperti ini, keadaan mereka terpuruk karena pelaku utama drama musikal nya telah lari dari tugasnya.

dan disinilah tugas takumi sebagai sosok yang paling mengerti dengan naruse untuk sekali membangun kepercayaan diri gadis yang sulit berbicara tersebut.

kata hati yang sulit disampaikan dalam ucapan.

tak lupa pula di moment pertengahan, saya akhirnya dapat menarik satu point penting dalam anime movie ini.

YUP merasa sulit untuk menyampaikan isi hati dalam sebuah ucapan inilah yang sebenarnya menjadi sebuah masalah utama yang mereka alami para karakter utamanya.

bukan hanya jun naruse saja yang bermasalah dengan isi hatinya, takumi, natsuki dan tasaki yang ikut andil dalam ceritanya juga memiliki masalah dan beban hati yang sulit untuk dijelaskan oleh kata-kata apalagi sampai mengucapkan nya.

lalu kepada siapa mereka dapat mencurah kan isi hatinya dengan masalah yang selama ini mereka hadapi, semua itu terjadi di puncak cerita dan seakan terjadi begitu saja.

Kokoro ga Sakebitagatterunda mampu sukses menuntaskan sebuah cerita dari hati yang penuh beban, namun berakhir dengan hati para karakter yang lega karena telah mencurahkan perasaan hatinya secara total alias habis-habisan.

saya selaku salah satu yang nonton juga ikut merasa lega, karena masalah-masalah mereka telah terselesaikan , yang kita lihat sangat rumit diselesaikan karena situasi telah berbelit-belit.

namun dengan mudahnya kata-kata dan ucapan mampu menyelesaikan semua yang ada dalam anime movie satu ini.

dapat ditarik kesimpulan, komunikasi dari hati ke hati itu penting, karena jika seseorang tidak mau membicarakan masalahnya, mana mungkin orang lain akan mengerti atau memahami.

dan hal ini akan membuat orang yang mulanya menarik simpati, akan ikut mencurahkan isi hatinya. selain mencari persamaan, hal positif lainya ialah memahami segala perbedaan. dan dari pembicaraan inilah sebuah solusi akan terbentuk.

ending yang dieksekusi memuaskan

mungkin hanya saya saja yang beranggapan, kalau ending dalam anime ini merupakan jalan terbaik yang dipilih oleh para karakternya masing-masing.

Artikel Lainya:  Toki wo Kakeru Shoujo Review ( Movies 2006) " Tidak Ada Kesempatan Kedua"

ini bukan soal bahagia atau sedihnya seseorang di bagian akhir, tapi lebih tepatnya bagaimana cara mereka saling berkomunikasi untuk menyelesaikan beragam masalah.

dan setelah masalah demi masalah terselesaikan, baik naruse dan takumi yang kini telah saling terbuka mulai menentukan apa yang ingin mereka lakukan ke depan nya.

dan tanpa siapa sangka, keadaan ini menjadi nilai positif oleh naruse karena masalah kemampuan bicaranya juga mampu teratasi.

penilaian

kalau menilik dari apa yang telah saya tuliskan diatas, mungkin hanya kata-kata ocehan saya yang gak jelas dan membosankan, lebih tepatnya diatas adalah beban hati yang tersampaikan untuk teman-pembaca simak mengenai pendapat saya mengenai Kokoro ga Sakebitagatterunda.

dari beberapa info pentingnya, anime movie ini merupakan gabungan staff yang pernah menggarap anime anohana dan staff yang pernah terjun di pembuatan anime toradora.

tapi jika diteliti, anime movie ini dari visual karakternya juga mirip dengan ano natsu de matteru ( sekali lagi mungkin hanya saya saja yang beranggapan demikian ) .

jadi seharusnya bukan hal yang mengejutkan lagi, mengingat dari segi visual karakternya mengingatkan kita dengan kedua anime diatas, juga dari eksekusi ceritanya sangat terasa di bagian drama yang begitu dominan.

lalu soal musik, hati saya merasa membekas ketika mendengar lagu yang dinyanyikan jun naruse dalam pentas drama musikal tersebut, apalagi instrument musiknya yang terdengar sederhana namun memberikan kesan luar biasa di telinga.

di myanimelist sendiri anime ini memiliki skor 8.1 sekian, bukanlah sebuah skor yang buruk, dan tampaknya penonton nya memahami apa yang terjadi di endingnya , dimana apa yang mereka inginkan tidak sesuai, namun hal tersebut merupakan hal yang wajar karena aspek pendukungnya memang kurang.

kesimpulan.

dengan berbagai permasalahan diatas, ditambah curahan hati saya mengenai Kokoro ga Sakebitagatterunda, apakah teman-pembaca yang belum nonton masih berminat menonton anime satu ini.

karena bisa jadi, ceritanya menjadi pedang bermata dua, antara cerita menarik dan berakhir dengan kesan baik, atau sebaliknya, malah kisahnya memiliki kesan buruk dengan berakhir ending yang menyedihkan. dan itu semua berada dalam pendapat kita masing-masing dalam menilainya. ^_^

Kokoro ga Sakebitagatterunda

Hanya Seorang Pemuda Biasa Yang Kebetulan Suka Nonton Anime ^_^