Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Spirit anime ID | Penyemangat Teman-Pembaca Nonton Anime Melalui Review

Review Anime Movie Omoide PoroPoro | Bernostalgia Di Bangku SD

 

Mari Belanja Kaos Anime Di Toko Online kami:  Spirit anime ID Store ]

Mari Bagikan !!! ^_^

mungkin, ini adalah artikel review anime yang kesekian kalinya yang membahas tentang film buatan studio ghibli.

dengan berjudul omoide poroporo, banyak hal yang sangat menarik ingin saya bahas di dalamnya, andaikan cara saya mengulasnya banyak yang diingat dan disampaikan dibawah nantinya.

mungkin saja hal itu cukup untuk teman-pembaca merasa yakin dengan pembahasan saya dibawah nantinya. tentang seluk beluk oimide poroporo.

Sinopsis

secara ringkas, omoide poroporo berkisah tentang Okajima Taeko, dimana kisahnya ketika berumur 27 tahun. telah berkarir dan ketika ceritanya dimulai, ia mendapatkan cuti dari pekerjaan nya dan memilih liburan di desa.

kisahnya baru dimulai ketika ia melakukan perjalanan ke desa tujuan nya, disisi lain. ia mulai mengingat kilas balik masa lalu dan mengisahkan kembali kenangan nya ketika kecil.

tepatnya ketika kelas 6 SD. mengenang kembali kehidupan ketika masih kecil, dan kenangan itu menjadi acuan perbandingan nya dengan dirinya saat ini yang telah dewasa.

mulai dari kehidupan sekolah, interaksi dengan rekan kelasnya, hubungan keluarga, hingga impian masa depan.

First Impression: Dongeng

“pada zaman dahulu kala, hiduplah seseorang yang bernama … bla, bla, bla”.nah  inilah yang biasa didengar ketika cerita dongeng.

bisa saya katakan, kehidupan okajima taeko dalam dunia kerja dalam kisahnya ini, hanyalah permulaan saja. dimana itu dijadikan proses untuk masuk ke impressi ceritanya.

dan cuti menjadi moment buat taeko mengenang kembali impian kecilnya ingin liburan musim panas di desa sewaktu kecil.

dan taeko terus mengenang dan memperlihatkan kisahnya kepada penonton, di sisi lain kehidupan nya yang telah dewasa.

tentu ada kisah tersendiri masa kecilnya yang hanya dia sendiri yang tau betul moment dan perasaan dari pengalaman kecilnya.

seakan, taeko telah mendongeng mengenai kisahnya, dimana anime jenis ini bisa dikatakan biografi namun dipadukan dengan kisah dewasanya, dan kisah masa kecilnya dijadikan sebuah perbandingan.

Artikel Lainya:  Review Anime ANOHANA | Penuh Kenangan Ketika Musim Panas Tiba

tentunya saya sendiri pun beberapa kali membandingkan kehidupan di masa kecil, dan kehidupan ketika dewasa dan hidup terpisah dengan orang tua.

tentunya teman-pembaca pernah melakukan nya juga bukan ?.

anime ini mungkin permulaan ceritanya, sedikit mirip dengan hotaru no haka yang sama-sama mengisahkan tentang masa lalu.

Imajinasi

bukan studio ghibli namanya, kalau penonton nya tidak diajak berfantasi.

dimana dalam ceritanya, seakan penonton disuruh untuk berimajinasi dengan taeko, dimana gadis pemeran utamanya ini memperlihatkan kisahnya. bagaimana kecilnya ia dulu, pernah mengalami hal yang tak terlupakan.

lalu belum lagi cara berinteraksi dengan rekan sekolahnya, bagaimana sikapnya kepada orangtua dan kakaknya ketika masih kelas 6 sd dan masih banyak lagi sebenarnya, kalau mau dibahas satu persatu.

seakan taeko secara tidak langsung bertanya kepada penonton dengan berkata:

“hey, inilah kisah tentangku, seorang okajima taeko, anak perempuan dimasa kecilnya ketika berusia 12-13 tahun ketika kelas 6 sd, lalu bagaimana dengan kisahmu”.

hal ini membuat saya merenung dan sukses mengingatkan masa kecil saya pribadi.

gadis desa

untuk kisah di masa kininya, okajima sukses menjalani hidup sebagai gadis desa dengan kesederhanaan nya, dan kedatangan taeko diawal sudah mampu beradaptasi dengan kehidupan orang desa itu sendiri.

bisa saya katakan, taeko sukses menjalani kehidupan layaknya seperti “kembang desa” walaupun dia sebenarnya hanya cuti kerja.

Egois

secara garis besar, kehidupan taeko di masa kecilnya penuh dengan perasaan egois dan dia mesti mendapat perhatian penuh serta lebih minta diprioritaskan dalam hal kebutuhan.

dan bagi kita yang sudah dewasa tentu bisa berfikir, hal itu merupakan sebuah kewajaran dimana anak-anak umur segitu emosi nya labil dan nalar pemikiran nya belum nyambung serta tidak peka dengan perasaan menghormati seseorang.

walaupun yang mengalami menjadi orang tua tentu jengkel dengan kelakuan anaknya seperti ini.

anime movie ini sukses mengingatkan kenangan kecil yang pahit mengenai saya sendiri, ketika kecilnya minta keinginan nya dituruti, pembicaraan nya mesti didengarkan, apa yang ingin ia perlihatkan mesti mendapat perhatian penuh.

Artikel Lainya:  Review kyoukai No Kanata | anime Action - Shoujo dan Romance yang epic digandrungi banyak orang

dan jika hal diatas tidak berjalan dengan semestinya, alias tidak berhasil, akan menggunakan jurus pamungkas, yaitu : nesu alias ngambek.

kalau udah ini yang terjadi, siapapun orang yang sudah nesu dan orang yang menjadi targetnya akan menjadi serba salah, untuk menebus kesalahan dan memperbaiki keadaan nya.

orang yang menjadi target tadi harus berusaha menuruti keinginan nya.

dan hal itu persis dilakukan oleh taeko, dimana ia merasa egois dan disisi lain perhatian kedua orangtuanya hanya untuk dia , tidak rela jika kakaknya mendapatkan hal mulai materi hingga moril dari ayah ibunya.

menggunakan jurus pamungkas nya untuk mendapatkan perhatian penuh kedua orangtuanya, malah menjadi masalah baru yang berdampak bagi dirinya, karena sebagai orangtua tentu akan menindak tegas anak yang kelakuan nya sudah diluar batas.

nostalgia dengan bangku sd.

hayo, dulu siapa disini diantara teman-pembaca terutama yang cowok, di waktu sd iseng suka narikin rok anak cewek dan menyibakkan keatas, atau yang sering digebuk dengan sapu ijuk sama anak cewek karena terlampau iseng.

hal itu masih 2 dari beberapa moment yang ada dalam kenangan taeko, namun 2 hal diatas lah yang sukses mengingatkan saya dengan zaman sd. terutama ketika anak murid laki-laki digebuk sapu dengan murid perempuan itu merupakan kejadian yang sesuatu banget.

dimana moment yang dialami taeko waktu kecil soal cinta-cintaan, segala macam kegiatan sekolah, hingga edukasi guru kepada anak perempuan di kelas 6 sudah dimulai menerangkan mengenai menstruasi dan segala macam berhubungan dengan perempuan.

kenangan masa kecil dijadikan acuan mempertanyakan arah hidup dan impian

untuk endingnya, mungkin hal inilah yang paling saya rasakan dalam anime movie omoide poroporo, dimana karakter utamanya setelah menjalani kehidupan di desa, merasa bimbang dan mempertanyakan dirinya lagi.

Artikel Lainya:  Review Bokura Ga Ita | Kisah Romansa penuh Drama Dilema didalamnya.

“mulai sekarang apa yang ingin ku lakukan dan arah pastinya kemana” ?

kenangan masa kecilnya sukses mengetuk hatinya untuk meluruskan jalur kehidupan nya, dan memastikan di dalam dirinya sendiri. apakah kehidupan nya saat ini sudah sesuai dari hati yang paling dalam dan sudah mantap untuk menjalaninya.

omoide poroporo mengajarkan kalau orang dewasa saja kadang masih ragu akan kehidupan nya ini sudah sesuai kata hatinya atau belum.

apalagi yang masih remaja atau anak-anak, dimana kedua fase itu merupakan masa-masa labil dalam menentukan sesuatu. apalagi menentukan masa depan.

ending nya sudah jelas mengajarkan kita untuk jangan ragu untuk menentukan jalan hidup, dan jangan ragu untuk menata ulang kehidupan kita masing-masing agar sesuai dengan kata hati yang paling dalam.

agar nantinya tidak ada rasa menyesal di kemudian hari, dimana penyesalan akan dibawa sepanjang hidup.

penutup

dengan berbagai beragam drama-drama kehidupan yang dipadukan dengan biografi seorang anak perempuan yang dibandingkan dengan kehidupan dewasanya.

omoide poroporo sukses membawakan cerita tak ubahnya bagaikan cermin kepada penonton nya. dan kita yang nonton untuk intropeksi diri dengan cermin tersebut.

contoh kecilnya misalnya begini:” mulai saat ini hingga ke depan nya saya ingin menggunakan baju kemeja, dengan cermin tersebut. saya akan tau apa yang saya pakai baju yang sekarang.

kaca sebagai cerminan untuk menunjukkan yang sekarang sudah memakai baju kemeja atau belum, bisa jadi saat ini masih menggunakan kaos atau sweeter.”

YUP itulah keterangan mengenai contohnya dan omoide poroporo sukses menjadi sebuah “cermin” untuk penonton nya intropeksi diri.

lalu jika teman-pembaca ingin curhat mengenai anime ini, saya dengan senang hati akan membalasnya. dan sekian dalam review anime movie omoide poroporo.

Mari Bagikan !!! ^_^

 

Mari Belanja Kaos Anime Di Toko Online kami:  Spirit anime ID Store ]